Doa Cermin adalah sebuah kiasan, dimana artinya doa yang memantul seperti cermin.
Mengapa begitu?
Karena dahulu, mulai abad 13, banyak sekali Saudagar yang datang ke Nusantara dengan misi mengambil kekayaan alam kita.
Dan mereka selalu mengajarkan kepada orang-orang Nusantara yang Berbudi Luhur, ajaran yang seolah Luhur pula, tetapi kenyataannya sebuah penipuan dan pembodohan.
Mereka mengajarkan, doakanlah orang-orang yang mencurangi (dalam bahasa mereka; menzolimi) kamu, dengan doa kebaikan, maka engkau akan mendapat balasan kebaikan (dalam bahasa mereka; pahala) yang berlipatganda.
Sebenarnya ini secara logika adalah pembodohan yang sangat sistimatis.
Mengapa ?
Karena di agama manapun, orang-orang yang teraniaya (dizolimi), doanya didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Jadi, secara logika, ketika Saudagar2 tersebut menipu Nenek Moyang kita, maka Nenek Moyang kita dengan Budi Yang Luhur, mendoakan kebaikan bagi Saudagar2 penipu tersebut.
Doa Nenek Moyang kita yang teraniaya dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang secara langsung membuat Saudagar2 tadi semakin kuat, karena kiriman doa tersebut.
Hal ini sama saja, kita memberi lebih banyak peluru kepada musuh kita, untuk mereka membunuh diri kita sendiri.
Oleh karenanya, kita kembali kepada Teori Keseimbangan Alam.
Doakanlah kebaikan kepada orang-orang yang mendoakan kebaikan kepada dirimu, dan orang-orang yang berbuat baik kepada dirimu.
Tetapi, kepada orang-orang yang mendoakan kejahatan kepada dirimu, dan orang-orang yang berbuat jahat keepada dirimu.
Doa cermin, artinya, memohonlah untuk mereka orang-orang jahat ini mendapatkan / merasakan hasil dari doa mereka sendiri, seperti apa yang mereka perlakukan kepada dirimu
Dan, mohon Ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dirimu dijauhkan dari doa-doa jahat dan perbuatan jahat orang-orang jahat.
Dengan Doa Cermin, kita melakukan apa yang disebut Pertahanan Aktif. Kita tidak memulai berbuat jahat, tetapi kita bertahan dengan aktif.
Catatan :
Doa Cermin ini, sangat dibenci oleh Agama-agama yang memiliki ayat-ayat Standar Ganda.
Doa Cermin ini, sangat dibenci oleh orang-orang yang suka menipu atau berbuat jahat kepada teman sendiri.
Doa Cermin ini, sangat dibenci oleh para tokoh-tokoh Agama yang suka berkilah dengan ayat-ayat pada kitab-nya sendiri.
Doa Nenek Moyang kita yang teraniaya dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang secara langsung membuat Saudagar2 tadi semakin kuat, karena kiriman doa tersebut.
Hal ini sama saja, kita memberi lebih banyak peluru kepada musuh kita, untuk mereka membunuh diri kita sendiri.
Oleh karenanya, kita kembali kepada Teori Keseimbangan Alam.
Doakanlah kebaikan kepada orang-orang yang mendoakan kebaikan kepada dirimu, dan orang-orang yang berbuat baik kepada dirimu.
Tetapi, kepada orang-orang yang mendoakan kejahatan kepada dirimu, dan orang-orang yang berbuat jahat keepada dirimu.
Doa cermin, artinya, memohonlah untuk mereka orang-orang jahat ini mendapatkan / merasakan hasil dari doa mereka sendiri, seperti apa yang mereka perlakukan kepada dirimu
Dan, mohon Ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar dirimu dijauhkan dari doa-doa jahat dan perbuatan jahat orang-orang jahat.
Dengan Doa Cermin, kita melakukan apa yang disebut Pertahanan Aktif. Kita tidak memulai berbuat jahat, tetapi kita bertahan dengan aktif.
Catatan :
Doa Cermin ini, sangat dibenci oleh Agama-agama yang memiliki ayat-ayat Standar Ganda.
Doa Cermin ini, sangat dibenci oleh orang-orang yang suka menipu atau berbuat jahat kepada teman sendiri.
Doa Cermin ini, sangat dibenci oleh para tokoh-tokoh Agama yang suka berkilah dengan ayat-ayat pada kitab-nya sendiri.